Etika bisnis di butuhkan karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh danmemiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh.Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yangdilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkanerusahaan untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :
1. Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
2. Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
3. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga
4. Akan meningkatkan keunggulan bersaing.
Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif,misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidaketis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling. berharga bagiperusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.
Memang benar, Kita tidak bisa berasumsi bahwa pasar atau dunia bisnis dipenuhi oleh orang-orang jujur, berhati mulia dan bebas dari akal bulus serta kecurangan/manipulasi. Tetapi sungguh, tidak ada gunanya berbisnis dengan mengabaikan etika dan aspek spiritual. Biarlah pemerintah melakukan pengawasan, biarlah masyarakat memberikan penilaian, dan sistem pasar (dan sistem Tuhan tentunya) akan bekerja dengan sendirinya.
Menerapkan Etika Bisnis di Perusahaan
Etika pada dasarnya adalah standar atau moral yang menyangkut benar-salah, baik -buruk. Dalam kerangka konsep etika bisnis terdapat pengertian tentang etika perusahaan, etika kerja dan etika perorangan, yang menyangkut hubungan-hubungan sosial antara perusahaan, karyawan dan lingkungannya. Etika perusahaan menyangkut hubungan perusahaan dan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya (misalnya dengan perusahaan lain atau masyarakat setempat), etika kerja terkait antara perusahaan dengan karyawannya, dan etika perorangan mengatur hubungan antar karyawan.
Perilaku etis yang telah berkembang dalam perusahaan menimbulkan situasi saling percaya antara perusahaan dan stakeholders, yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keuntungan jangka panjang. Perilaku etis akan mencegah pelanggan, pegawai dan pemasok bertindak oportunis, serta tumbuhnya saling percaya.
Budaya perusahaan memberi kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan perilaku etis, karena budaya perusahaan merupakan seperangkat nilai dan norma yang membimbing tindakan karyawan. Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku, dan sebaliknya dapat pula mendorong terciptanya perilaku yang tidak etis.
Kebijakan perusahaan untuk memberikan perhatian serius pada etika perusahaan akan memberikan citra bahwa manajemen mendukung perilaku etis dalam perusahaan. Kebijakan perusahaan biasanya secara formal didokumentasikan dalam bentuk Kode Etik (Code of Conduct). Di tengah iklim keterbukaan dan globalisasi yang membawa keragaman budaya, code of conduct memiliki peran yang semakin penting, sebagai buffer dalam interaksi intensif beragam ras, pemikiran, pendidikan dan agama.
Sebagai persemaian untuk menumbuhkan perilaku etis, perlu dibentuk iklim etika dalam perusahaan. Iklim etika tercipta, jika dalam suatu perusahaan terdapat kumpulan pengertian tentang perilaku apa yang dianggap benar dan tersedia mekanisme yang memungkinkan permasalahan mengenai etika dapat diatasi.
Terdapat tiga faktor utama yang memungkinkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan. Pertama, terciptanya budaya perusahaan secara baik. Kedua, terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya (trust-based organization). Dan ketiga, terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai (employee relationship management).
Iklim etika dalam perusahaan dipengaruhi oleh adanya interaksi beberapa faktor, yaitu faktor kepentingan diri sendiri, keuntungan perusahaan, pelaksanaan efisiensi dan kepentingan kelompok.
Penciptaan iklim etika mutlak diperlukan, meskipun memerlukan waktu, biaya dan ketekunan manajemen. Dalam iklim etika, kepentingan stakeholders terakomodasi secara baik karena dilandasi rasa saling percaya.
Dengan demikian, ketika seorang atasan memerintahkan seorang karyawan untuk melakukan sebuah tindakan yang mereka ketahui salah, karyawan secara moral bertanggung jawab atas tindakan itu jika dia melakukannya. Atasan juga bertanggung jawab secara moral, karena fakta atasan menggunakan bawahan untuk melaksanakan tindakan yang salah tidak mengubah fakta bahwa atasan melakukannya.
Manfaat perusahaan menerapkan etika bisnis dalam hal ini adalah kinerja perusahaan yang akan bertambah baik dengan didukung dengan karyawan/bawahan yang bermoral dan bertanggungjawab atas sikap dan pekerjaannya serta menaati semua perintah atasan dengan baik.
Dalam zaman informasi seperti ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan massif. Memperlakukan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis, adil dan jujur adalah satu-satunya cara supaya kita dapat bertahan di dalam dunia bisnis sekarang.
Adapun manfaat perusahaan dalam menerapkan etika bisnis. Yaitu:
A. Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
Perusahaan yang jujur akan menciptakan konsumen yang loyal. Bahkan konsumen akan merekomendasikan kepada orang lain untuk menggunakan produk tersebut.
B. Citra perusahaan di mata konsumen baik.
Dengan citra yang baik maka perusahaan akan lebih dikenal oleh masyarakat dan produknya pun dapat mengalami peningkatan penjualan
C. Meningkatkan motivasi pekerja.
Karyawan akan bekerja dengan giat apabila perusahaan tersebut memiliki citra yang baik dimata perusahaan.
D. Keuntungan perusahaan dapat di peroleh.
Etika adalah berkenaan dengan bagaimana kita hidup pada saat ini dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Bisnis yang tidak punya rencana untuk menghasilkan keuntungan bukanlah perusahaan yang beretika.
Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu? Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.
Lain halnya pendapat para kritikus pandangan tradisional, yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Minggu, 26 Oktober 2014
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung jawab Sosial
Perusahaan atau Corporate
Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan
disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi,
khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah
memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku
kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang
saham, komunitas dan lingkungan dalam
segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan
lingkungan.
CSR berhubungan erat dengan "pembangunan
berkelanjutan",
di mana suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya
harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek
ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden,
melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari
keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih
panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi
perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen
dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap
seluruh pemangku kepentingannya.
Kegiatan CSR akan menjamin
keberlanjutan bisnis yang dilakukan. Hal ini disebabkan karena :
1. Menurunnya gangguan social yang sering terjadi akibat
pencemaran lingkungan, bahkan dapat menumbuh kembangkan dukungan atau pembelaan
masyarakat setempat.
2. Terjaminnya pasokan bahan baku secara berkelanjutan untuk
jangka panjang.
3. Tambahan keuntungan dari unit bisnis baru, yang semula
merupakan kegiatan CSR yang dirancang oleh korporat.
Apa
saja manfaat dari CSR? Manfaat corporate
social responsibility bagi perusahaan diantaranya:
1.
Meningkatkan
citra perusahaan
2.
Memperkuat
“brand” perusahaan
3.
Mengembangkan
kerja sama dengan para pemangku kepentingan
4.
Membedakan
perusahaan dengan pesaingnya
5.
Menghasilkan
inovasi dan pembelajaran untuk meningkatkan pengaruh perusahaan
6.
Membuka
akses untuk investasi dan pembiayaan bagi perusahaan
7.
Meningkatkan
harga saham
Berikut ini adalah manfaat CSR bagi
masyarakat:
1. Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan
kelestarian lingkungan.
2. Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
3. Meningkatnya pemeliharaan fasilitas
umum.
4. Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat
sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di
sekitar perusahaan tersebut berada.
Adapun 5 pilar yang mencakup
kegiatan CSR yaitu:
1. Pengembangan kapasitas SDM di lingkungan internal
perusahaan maupun lingkungan masyarakat sekitarnya.
2. Penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wilayah
kerja perusahaan.
3. Pemeliharaan hubungan relasional antara korporasi
dan lingkungan sosialnya yang tidak dikelola dengan baik sering mengundang
kerentanan konflik.
4. Perbaikan tata kelola perusahaan yang baik
5. Pelestarian lingkungan, baik lingkungan fisik,
social serta budaya.
Saya mengambil salah satu contoh penerapan CSR, yaitu pada perusahaan PT. Matahari
Department Store, Tbk.
Sebagai bentuk komitmen Matahari dalam meningkatkan kesejahteraan hidup
masyarakat, Matahari terlibat
dalam berbagai kegiatan pengembangan sosial dan masyarakat di seluruh
Indonesia. Selain kemitraan jangka panjang dengan UNICEF, Yayasan Dompet
Dhuafa, Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, Ikatan Karyawan Matahari dan
lainnya, Matahari juga memberikan kontribusi melalui gerainya ke organisasi
lainnya dan berbagai inisiatif yang layak, baik nasional maupun lokal. Matahari
berfokus untuk memberikan pelayanan terbaik dari seluruh program yang didukung
untuk memastikan bahwa program ini memberikan dampak perubahan yang terus
berkelanjutan dalam kehidupan komunitas yang terbantu.
Hal ini sangat sejalan dengan nilai
perusahaan dan Kode Etik Matahari, yang memberikan panduan untuk hubungan
dengan pemasok dan mitra bisnis lainnya. Walaupun Matahari tidak memiliki
mekanisme formal untuk memastikan bahwa pemasok dan kontraktor patuh pada
standar lingkungan dan tempat kerja, secara hukum Matahari telah mematuhi
ketentuan upah minimum dan standar pemerintah untuk seluruh karyawan. Matahari telah
membangun hubungan erat dan kooperatif dengan mitra pemasok, banyak dari mereka
yang telah bekerja sama dengan Matahari selama puluhan tahun. Kami yakin
melalui hubungan ini dan melalui inspeksi rutin oleh pihak ketiga, para mitra
kerja Matahari telah menerapkan praktek-praktek yang baik pada kesehatan dan
keamanan karyawan dan pengelolaan dampak lingkungan. Hubungan kerja sama akan
dihentikan jika diketahui tentang adanya penyimpangan.

Kepedulian Lingkungan
Sebagai
department store ritel, Matahari tentunya harus menyediakan tas belanja selama
bisnisnya berjalan. Namun, penggunaan plastik yang berlebihan diketahui
memberikan kontribusi ke berbagai polusi lingkungan yang mempengaruhi pemanasan
global. Karena itu, Matahari menggunakan tas plastik biodegradable, yang dapat
terurai secara biologis dalam waktu dua hingga empat tahun. Ketentuan ini telah
diterapkan di seluruh gerai Matahari di Indonesia sejak 2011.
Perlindungan
Konsumen
Sebagai bisnis yang berorientasi kepada
konsumen, Matahari wajib mengakui dan melindungi hak-hak konsumen. Selain patuh
dengan seluruh kode dan standard bangunan, semua gerai dan tata ruang gerai
di-desain untuk kemudahan, kenyamanan dan keamanan konsumen, dan setiap gerai
dilengkapi dengan alarm kebakaran, sistem sprinkler dan akses menuju tangga
darurat.
Kebijakan jaminan dan garansi produk Matahari
memberikan jaminan bagi konsumen jika adanya kerusakan. Untuk memastikan
standar kualitas produk yang tinggi, Matahari mengevaluasi produk sebelum
menempatkannya di rak dan memantau keluhan konsumen.Perusahaan memberikan waktu
7 hari setelah pembelian bagi konsumen untuk dapat menukar barang yang telah
dibeli dengan barang serupa.
Matahari memiliki beberapa fasilitas dimana konsumen dapat menyampaikan saran, keluhan dan meminta informasi. Konsumen dapat menyampaikan hal yang menjadi perhatian mereka di meja layanan konsumen di dalam gerai selama jam operasional gerai, atau melalui Halo Matahari call centre, yang dikelola oleh agen terpilih dan terlatih, melalui telepon. Halo Matahari beroperasi dari jam 08.00 hingga 22.00 setiap hari. Konsumen juga dapat menghubungi Matahari melalui website, e-mail atau telepon. Seluruh masukan yang diterima dari konsumen akan dikumpulkan dan dikirim ke kantor pusat sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.
Matahari menerima beberapa penghargaan untuk
kepuasan konsumen dan layanan konsumen di tahun 2013, termasuk posisi kedua
dari seluruh perusahaan di Indonesia untuk National Customer Service
Championships 2013. Manajemen percaya bahwa pengakuan ini adalah cermin dari
komitmen Matahari untuk mengutamakan kebutuhan konsumen.
Kesehatan
dan Keselamatan Kerja Karyawan
Matahari berkomitmen untuk menyediakan
lingkungan kerja yang aman bagi seluruh karyawan di gerai, pusat distribusi dan
kantor pusat. Staf yang ada di gerai menikmati kenyamanan dan keamanan yang
sama dengan konsumen, dan berpartisipasi dalam pelatihan kebakaran secara
berkala dan prosedur keamanan lainnya yang diatur oleh mall, atau pengelola
pusat perbelanjaan. Panduan keselamatan untuk pekerjaan yang spesifik
dikomunikasikan kepada karyawan yang terlibat dalam logistik dan distribusi.
Pembangunan
Sosial
Matahari telah memiliki kemitraan jangka
panjang dengan beberapa organisasi yang bekerja secara efektif, di tingkat
nasional maupun lokal. Matahari memberikan kontribusi terutama di bidang
pendidikan, kesehatan dan pengembangan sosial dan bantuan bencana alam.
Beberapa donasi untuk program ini digalang melalui proses sukarela dan
transparan di mana konsumen diajak saat di bagian kasir jika mereka mau
memberikan koin kembalian untuk menjadi sumbangan. Penerima donasi dari program
ini akan berubah setiap 2 bulan. Program ini terbukti sangat populer di
kalangan konsumen dan telah membantu beberapa ribu orang yang layak selama
bertahun-tahun.
Sumber :
Rabu, 04 Juni 2014
Rangkuman Buku “Messi Dona, Biografi Lionel Messi”
Lionel
Messi atau yang sering dipanggil Mesaya mempunyai nama lengkap Lionel Andres
Messi yang lahir pada tanggal 24 Juni 1987 di suatu areal sederhana di
pinggiran Kota Rosario Provinsi Santa Fe, Argentina 26 tahun silam, ia lahir
dan dibesarkan di Rosario, kota kecil berjarak 300-an km dari Buenos Aires
Argentina. Messi kecil berasal dari sebuah keluarga yang sederhana di pinggiran
Kota Rosario. Ayahnya, Jorge Messi adalah seorang tukang logam yang merangkap
sebagai seorang pelatih sepak bola di Grandoli, sedangkan ibunya hanya bertugas
mengurusi urusan rumah tangga di rumah.
Lionel
Messi muda memulai perkenalan pertamanya dengan dunia sepak bola di sebuah
lapangan yang tandus, dengan permukaan tanah yang tidak rata, bahkan sering
kali terdapat sejumlah bebatuan dan sedikit pecahan kaca, dimana lapangan sepak
bola tersebut sering di gunakan oleh sebuah tim lokal, Grandoli yakni merupakan
salah satu tim amatir sepak bola yang dilatih oleh ayahanda Lionel Messi yakni
Jorge Messi. Atas desakan neneknya, Messi yang sejak kecil terlihat memiliki
bakat sepak bola, bergabung dengan klub Grandoli ketika klub tersebut sedang
kekurangan seorang pemain.
Messi
kecil bisa dikatakan kekurangan asupan gizi yang bisa dikarenakan keterbatasan
ekonomi keluarga atau kebiasaan sulit makan pada waktu kecil. Untuk merawat
Messi kecil, paling tidak dibutuhkan suntikan hormon vitamin yang dibutuhkan
oleh Messi setiap hari yang digunakan untuk membantu proses pertumbuhan Messi,
Hal tersebut terdiagnosa pada saat Messi berumur 11 tahun, masa dimana Messi
masih sangat bercita-cita sebagai seorang pemain sepakbola profesional.
River
Plate adalahklub pertama yang menunjukan ketertarikannya terhadap kemajuan
Messi kecil dalam mengolah si kulit bundar. Namun pada waktu itu ekonomi
Argentina sedang mengalami kehancuran akibat krisis moneter yang terjadi hampir
di seluruh negara berkembang, termasuk Argentina, sehingga klub River Plate
tidak mampu membayar biaya pengobatan untuk Messi yang mencapai $800 per bulan.
Ketika tidak ada satu klub pun yang sanggup membayar perawatan Messi, maka
ayahnya Jorge Messi memutuskan untuk membawanya ke Spanyol dengan menghubungi
beberapa kerabatnya di Katalonia, dan Jorge Messi mendapatkan saran untuk
menghubungi klub Barcelona yang pada saat itu sedang mencari bibit-bibit pemain
muda berbakat di Eropa dan Amerika.
Barcelona
menunjukan keinginanya untuk menawarkan Messi dalam sebuah pertandingan uji
coba. Di dalam pertandingan perdananya dengan Barcelona, Messi mencetak lima
gol dan mengejutkan semua penonton atas bakat besarnya sebagai pemain muda Argentina.
Lembar cerita kesuksesan Messi terajut ketika
keberaniannya menuju daratan Eropa, jauh meninggalkan negara asalnya Argentina.
Pemuda kelahiran Rosario Provinsi Santa Fe, kota kelahiran Che Guevara “sang
reolusioner”, 21 tahun yang lalu ini dengan penuh kepercayaan diri berkarir di
Barcelona B. Talenta yang ada dalam jiwa Messi semakin meningkat dengan
didampingi sang ayah yang setia memberi semangat moral.
Manajemen Barcelona dengan cermat tidak mau
menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan tanda tangannya. Tanpa menunggu
lama dan kehilangan sang “super star”, di restoran klub Tennis manajemen segera
membuat kontrak perjanjian diatas selembar serbet. Bukan tanpa alasan dan
itulah peluang barcelona agar Messi tidak diambil klub lain.
Carles Rexach, meminta
kepada pelayan restoran untuk menjadi saksi kontrak perjanjian. Rexach menulis
di secarik kertas “Saya sebagai direktur olahraga klub, menjamin bahwa klub
bertanggung jawab pada kehidupan keluarga Messi jika mereka bersedia tinggal di
Barcelona dan sang anak bergabung bersama klub.” (hlm. 14).
Secara perlahan tapi
pasti sarana dan prasarana untuk Messi diperhatikan termasuk masalah kesehatan.
Maklum saja, Messi memiliki kelainan kekurangan hormon pertumbuhan. Dana yang
tidak sedikit dikeluarkan oleh Barcelona untuk biaya suntikan hormon
pertumbuhan. Sebelum mendapatkan perawatan medis di Barcelona, tinggi badan
Messi konon hanya sekitar 140 cm sehingga kakinya tidak dapat menyentuh
permukaan tanah saat sedang duduk dibangku cadangan. Namun sejak Messi mulai
mendapatkan perawatan suntikan hormon pertumbuhan, tubuh Messi mulai mengalami
perubahan dan bertambah tinggi hingga mencapai 169 cm.
Semua yang diberikan
Barcelona untuk Messi bukan merupakan hal yang sia-sia, semua dibayar mahal
oleh Messi dengan membawa Barcelona mendapatkan berbagai macam trofi piala ke
dalam lemari piala Barcelona. Persembahan treble winner kepada Barcelona yakni
meraih gelar la liga, copa del rey, dan liga champions merupakan persembahan
terbaiknya bersama Barcelona. Atas persembahan itulah, Messi akhirnya meraih
penghargaan sebagai pemian terbaik dunia selama 4 tahun berturut-turut yakni
pada tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012. Semua ini dipersembahkan Messi untuk
kedua orang tuanya serta klub yang telah membesakan namanya sampai sekarang ini
yaitu Barcelona.
RESENSI BUKU “MESSIDONA, BIOGRAFI LIONEL MESSI”
I.
IDENTITAS
BUKU
Judul Buku / Novel : Messi Dona, Biografi Lionel Messi
Penerbit : Bio Pustaka,
Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tahun Terbit : 2008
Tebal Buku : vi + 124 hlm.: 13x19
cm
Harga Buku : Rp. 21.000
Penulis : Sigit Budi
Prasetyo
II. KEPENGARANGAN
Tentang
Penulis
Sigit
Budi Prasetyo, dilahirkan di Bekasi, 3 Februari 1986. Alumni Mahasiswa Jurusan Pendidikan
Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Sebelumnya telah menulis sejumlah buku
seperti buku “Michel Platini : Legenda dengan Sejuta Talenta”dalam Legenda-Legenda Sepak Bola (Bio Pustaka,
Januari 2008).
III.
SINOPSIS
Bola memang bundar. Artinya, tidak ada jaminan bahwa
sebuah kemenangan dapat diraih sebelum bertanding diatas lapangan hijau.
Ungkapan itu pantas dilekatkan kepada Lionel Messi sebagai semangat jiwa dalam
memainkan si kulit bundar. Dia berlari dan mengejar bola, mengumpan kepada
rekan satu tim dari menit awal hingga peluit akhir tanpa lelah untuk sebuah
kemenangan. Bahkan dia juga piawai mencetak gol.
Itulah mahalnya sebuah
harga kemenangan bagi sebuah tim sepak bola. Setiap pemain mempunyai beban
untuk sebuah kemenagan dari para pelatih, pengurus serta petinggi klub sampai
ribuan supporter dalam atmosfer suatu pertandingan. Tidak semua pemain sepak
bola bisa mengemban dan menjalani beban berat tersebut. Mental dan semangat
petarung inilah yang dimiliki oleh “the golden boy” Lionel Messi.
Lembar cerita
kesuksesan Messi terajut ketika keberaniannya menuju daratan Eropa, jauh meninggalkan
negara asalnya Argentina. Pemuda kelahiran Rosario Provinsi Santa Fe, kota
kelahiran Che Guevara “sang reolusioner”, 21 tahun yang lalu ini dengan penuh
kepercayaan diri berkarir di Barcelona B. Talenta yang ada dalam jiwa Messi
semakin meningkat dengan didampingi sang ayah yang setia memberi semangat
moral.
Manajemen Barcelona
dengan cermat tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan tanda
tangannya. Tanpa menunggu lama dan kehilangan sang “super star”, di restoran
klub Tennis manajemen segera membuat kontrak perjanjian diatas selembar serbet.
Bukan tanpa alasan dan itulah peluang barcelona agar Messi tidak diambil klub
lain.
Carles Rexach, meminta
kepada pelayan restoran untuk menjadi saksi kontrak perjanjian. Rexach menulis
di secarik kertas “Saya sebagai direktur olahraga klub, menjamin bahwa klub
bertanggung jawab pada kehidupan keluarga Messi jika mereka bersedia tinggal di
Barcelona dan sang anak bergabung bersama klub.” (hlm. 14).
Secara perlahan tapi
pasti sarana dan prsarana untuk Messi diperhatikan termasuk masalah kesehatan.
Maklum saja, Messi memiliki kelainan kekurangan hormon pertumbuhan. Dana yang
tidak sedikit dikeluarkan oleh Barcelona untuk biaya suntikan hormon
pertumbuhan. Tinggi badannya pun bertambah dari 140 cm menjadi 169 cm.
Persembahan treble
winner kepada Barcelona yakni meraih gelar la liga, copa del rey, dan liga
champions merupakan persembahan terbaiknya bersama Barcelona. Atas persembahan
itulah, Messi akhirnya meraih penghargaan sebagai pemian terbaik dunia 2009.
IV.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN
·
Kelebihan
Buku
Kelebihan
dari buku biografi Lionel Messi ini adalah dapat memberikan motivasi yang besar
untuk pembaca bahwa, kekurangan yang ada pada diri kita dapat menjadikan
kelebihan bagi diri kita sendiri dengan berusaha percaya pada diri kita sendiri
dan yang terpenting selalu berusaha dan pantang menyerah untuk mengapai
cita-cita apa yang kita inginkan.
Kelebihan
lain nya dari buku ini adalah buku ini merupakan buku biografi yang diambil
dari kisah nyata sang bintang sepak bola dunia Lionel Messi sehingga pembaca
dapat diberikan visualisasi yang nyata dari buku biografi ini.
Kelebihan
lain nya dari buku ini ialah melampirkan beberapa foto-foto Lionel Messi dari
semasa kecil yang belum menjadi bintang sepak bola seperti sekarang ini hingga
foto-foto Lionel Messi telah menjadi bintang sepak bola dunia serta ketika mendapatkan
penghargaan sebagai pemain sepak bola terbaik didunia.
·
Kekurangan
Buku
Selasa, 03 Juni 2014
LAPORAN ILMIAH
I.
Definisi laporan
ilmiah
Laporan merupakan suatu wahana penyampaian berita, informasi dan pengetahuan atau gagasan
dari seorang kepada orang lain. Laporan yang di sampaikan secara tertulis
merupakan suatu karangan. Jika laporan berisi serangkaian hasil pemikiran yang
di peroleh dari hasil penelitian pengamatan dan peninjauan.
Denga kata lain laporan ilmiah adalah sejenis karangan ilmiah yang
mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk
disampaikan kepada orang-orang btertentu dalam kesempatan tertentu.
II. Jenis-jenis Laporan Ilmiah
Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :
a. Laporan Lengkap (Monograf)
Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :
a. Laporan Lengkap (Monograf)
- Menjelaskan proses penelitian
secara menyeluruh.
- Teknik penyajian sesuai dengan
aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
- Menjelaskan hal-hal yang
sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
- Menjelaskan (juga) kegagalan
yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
- Organisasi laporan harus
disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan
seterusnya,haruslah padat dan jelas).
b. Artikel Ilmiah
- Artikel ilmiah biasanya
merupakan perasan dari laporan lengkap.
- Isi artikel ilmiah harus
difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
- Artikel ilmiah merupakan
pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan
lengkap.
c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam
bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis
(untuk konsumsi masyarakat umum).
III.
Macam-Macam Laporan Ilmiah
Untuk mengemukakan tentang macam laporan ilmiah, penjelasan Mukayat D.Brotowidjoyo1
sangatlah berarti. Mukayat melihat bahwa informasi yang disajikan dalam
laporan itu dapat bermacam-macam. Kemungkinan isinya menyangkut pekerjaan
yang sedang berlangsung atau yang sudah selesai atau menyangkut hasil uji
atau analisis suatu varietas benda, sajian hasil penelitian atau
penyidikan. Menurutnya, sulit untuk melakukan klasifi kasi mengingat bahwa
berbagai laporan sangat variatif dan sifat-sifatnya tidak menentu.
Walaupun demikian menurut Mukayat beberapa ahli condong untuk membagi
macam-macam laporan tersebut.
1. Laporan Periodis
Laporan yang diserahkan setiap periode reguler dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi tentang status organisasi atau aktivitasnya. Laporan bulanan, triwulan, atau catur wulan atau tahunan oleh Kepala Bagian, Kepala Sekolah atau Pimpinan Pesero kepada pemegang pesero adalah contoh-contoh laporan periodis.
2. Laporan Kemajuan
Laporan yang diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha, seperti pembangunan bendungan dan proyek penelitian.
3. Laporan Hasil Uji
Laporan yang diserahkan guna menyediakan laporan tangan pertama tentang pengetahuan suatu benda (biasanya berupa kesimpulan), seperti kondisi suatu bangunan, pabrik, atau sumber alam.
4. Laporan Rekomendasi
Laporan yang diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna pertimbangan dalam tindakan berikutnya. Misalnya, laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop, dan nasihat cara menaikkan efisiensinya.
5. Laporan Penelitian
Laporan yang diserahkan untuk memberi tahu tentang penemuan yang tidak diketahui sebelumnya dan diperoleh dari percobaan, penyelidikan, kuesioner, data akumulasi, dan sebagainya. Berbagai laboratorium lembaga penelitian, universitas, stasiun pertanian, stasiun meteorologi, kantor pemerintah, dan organisasi penelitian swasta secara tetap menerbitkan laporan-laporan itu.
IV. Syarat Laporan Ilmiah
Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
- Penulisannya berdasarkan hasil
penelitian, disertai pemecahannya
- Pembahasan masalah yang
dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
- Tulisan harus lengkap dan jelas
sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
- Ejaan Bahasa Indonesia Yang
Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
- Tulisan disusun dengan metode
tertentu
- Tulisan disusun menurut sistem
tertentu
- Bahasanya harus lengkap,
terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka
kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
IV. Fungsi Laporan Ilmiah
1. Laporan penelitian mengkomunikasikan
kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut
disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam
khasanah ilmu pengetahuan.
3. Laporan
Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya
V. Manfaat Laporan Ilmiah
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi
penulis adalah berikut:
·
Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
·
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
·
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
·
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
·
Memperoleh kepuasan intelektual;
·
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
·
Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
VI. Unsur Laporan Ilmiah
Secara umum, sistematika suatu laporan yang lengkap terdiri dari 3 bagian
pokok, yaitu bagian pembuka,
bagian isi, dan bagian penutup.
1. Bagian Pembuka
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
2. Bagian Isi
Bagian isi merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian isi inilah seluruh komponen pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap. Bagian isi terdiri dari :
A. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan, sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami informasi yang akan disampaikan Pendahuluan terdiri atas :
(1) Latar belakang
(2) Identitas masalah
(3) Pembatasan masalah
(4) Rumusan masalah
(5) Tujuan dan manfaat
B. Bab II
Kajian Pustaka
Kajian pustaka mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penelitian yang penting dan hubungan antarvariabel tersebut.
C. Bab III
Metode
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.
D. Bab IV
Pembahasan
Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
E. Bab V
Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan
3. Bagian Penutup
1. Bagian Pembuka
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan
2. Bagian Isi
Bagian isi merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian isi inilah seluruh komponen pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap. Bagian isi terdiri dari :
A. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan, sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami informasi yang akan disampaikan Pendahuluan terdiri atas :
(1) Latar belakang
(2) Identitas masalah
(3) Pembatasan masalah
(4) Rumusan masalah
(5) Tujuan dan manfaat
B. Bab II
Kajian Pustaka
Kajian pustaka mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penelitian yang penting dan hubungan antarvariabel tersebut.
C. Bab III
Metode
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.
D. Bab IV
Pembahasan
Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
E. Bab V
Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan
3. Bagian Penutup
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks daftar istilah
DAFTAR PUSTAKA :
Langganan:
Postingan (Atom)

