Jumat, 04 Oktober 2013

Pendahuluan : Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah tanpa harus berfikir 2 kali, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan ata pemikiran yang matang.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen :
Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :

a. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.


b. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.


c. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.


d. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.

sifat dari perilaku konsumen

1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain
2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.




Minggu, 16 Juni 2013

Kebijakan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM)



Bantuan langsung sementara masyarakat atau yang sering disebut dengan (BLSM) merupakan suatu program bantuan pemerintah yang di tujukan kepada rakyat-rakyat Indonesia maupun rakyat Indonesia yang kurang mampu menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dirasa kurang tepat sasaran karena, bantuan ini hanya bersifat sementara dan mungkin saja dapat memunculkan suatu instrumen politik di dalam pemerintahan. Bantuan langsung sementara masyarakat sebenarnya tidak akam berdampak atau membuat suatu perubahan terhadap pengurangan kemiskinan yang ada di republik Indonesia ini, bahkan dalam pembagiannya pun mungkin tidak merata untuk semua rakyat miskin dan untuk mendapatkannya pasti akan antri berdesak-desakan seperti pembagian sembako karena, pada dasarnya setiap masyarakat miskin ingin mendapatkan sesuatu yang dapat menjaga kelangsungan kehidupan sehari-hari baik berupa bahan pokok maupun berupa non bahan pokok.

Untuk mengatasi angka kemiskinan di Indonesia ini sebenarnya tidak membutuhkan bantuan langsung sementara masyarakat melainkan diberikan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia yang menjadi pengangguran sehingga jika angka pengangguran dapat di kurangi maka secara otomatis angka kemiskinan pun dapat teratasi secara perlahan karena, pada dasarnya salah satu factor besarnya angka kemiskinan adalah banyaknya angka pengangguran masyarakat di Indonesia khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya sehingga dibutuhkan lapangan kerja yang luas. Agar pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi dengan penciptaan lapangan kerja. "Goverment spending harus dibuat untuk membangun infrastruktur padat karya bukan untuk di buat berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

Sebenarnya bantuan berbau BLSM ini sebenarnya beberapa tahun kebelakang pernah di canangkan oleh pemerintah yang bernama bantuan langsung tunai (BLT) dan tidak ada bedanya dengan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) atau dengan kata lain hanya berganti bungkus saja dengan bantuan langsung tunai (BLT) karena tidak terdapat perbedaan di antara kedua bantuan tersebut. Akan tetapi apapun keputusan pemerintah, kita sebagai warga Negara yang baik harus tetap mendukung keputusan yang di ambil pemetintah karena, pemerintah yang lebih tahu dengan kondisi bangsa Indonesia ini dengan penduduk lebih 200 juta jiwa. Semoga saja program yang diambil oleh pemerintah Indonesia dapat memajukan bangsa Indonesia ini untuk lebih baik lagi ke depannya, bukan hanya mementingkan kepentingan individu-individu maupun kelompok-kelompok tertentu serta adanya suatu keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat sehingga tidak terjadi kabar yang dapat membingunkan dan dapat memberikan suatu opini yang salah dari masyarakat .

Rabu, 12 Juni 2013

Strategi Pembangunan Ketahan Nasional


Ketahanan nasional merupakan elemen yang paling penting dalam membangun kesatuan serta persatuan suatu negara untuk membentuk negara yang kuat baik didalam negeri maupun di dunia luar dalam kehidupan berbangsa. Setiap Negara sebenarnya mempunyai tujuan serta cita-citanya masing-masing dalam mencapai ketahanan nasional yang baik Akan tetapi, untuk mencapai tujuan serta cita-cita tersebut dibutuhkan proses yang tidak mudah karena, untuk mencapai kearah yang lebih baik terdapat permasalahan-permasalahan yang dapat menghabat cita-cita dan tujuan tersebut sehingga hal tersebut dapat membuat suatu bangsa harus bekerja keras dalam menghadapi hambatan-hambatan tersebut sehingga dibutuhkan suatu solusi atau jalan keluar yang dapat menyelesaikan hambatan tersebut.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat kuat dalam menjaga ketahanan nasionalnya sejak Indonesia telah merdeka pada tahun 1945 hingga saat ini. Dalam mencapai ketahanan nasional dari jaman ke jaman, bangsa Indonesia telah mengalami perubahan atau transisis orde yakni orde lama ke orde baru hingga dari orde baru ke orde sekarang atau sering disebut dengan orde reformasi. Hal tersebut membuktikan  betapa baiknya strategi ketahanan nasional yang dimiliki oleh Indonesia yang tidak pernah pudar dimakan oleh zaman sehingga bangsa Indonesia dapat hidup dengan baik dan tentram meskipun banyaknya perbedaan di dalam masyarakat Indonesia akan tetapi, ketentraman tersebut tidak luput dari adanya konflik antara individu-individu maupun antar kelompok. Akan tetapi bangsa Indonesia mempunyai  suatu pilar utama dalam bangsa Indonesia yakni pancasila. Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia dapat menjaga ketahanan nasionalnya dengan baik. Didalam pancasila terdapat 5 gagasan pokok atau dengan kata lain 5 sila yang menjaga keutuhan bangsan Indonesia. Jika bangsa Indonesia tanpa pancasila, mungkin sekarang bangsa Indonesia tinggal nama saja, tidak berbentuk Negara lagi. Akan tetapi didalam perjalanan ketahanan nasionalnya, bangsa Indonesia terdapat banyak permasalah-permasalahan untuk mengacaukan ketahanan nasional bangsa nasional. Dan tugas kita sebagai warga Negara Indonesia adalah tetap terus menjaga keutuhan serta kesatuan bangsa Indonesia dengan saling bekerja sama dan saling bergotong royong satu dengan yang lain agar para penerus bangsa Indonesia dapat mempertahankan kembali keutuhan bangsa Indonesia di masa depan dengan persaingan yang semakin sulit antara bangsa-bangsa.

Strategi yang paling tepat untuk menjaga ketahan nasional yang baik adalah menumbuhkan rasa patriotisme serta rasa nasionalisme pada masyarakat setiap Negara khususnya bangsa Indonesia untuk mencapai suatu keutuhan dan persatuan yang harus dipupuk oleh setiap Negara/bangsa sejak dini agar terjalin rasa kerjasama dan gotong royong dalam menjaga bangsa, supaya tidak terjadi suatu perpecahan atau konflik yang lebih mementingkan kepentingan masing-masing individu saja melainkan bagi bangsa dan Negara serta bagi nusa dan bangsa .

Pengalaman menarik menaiki "Kereta Api"


Kereta api merupakan salah satu alat transportasi massal yang banyak digunakan oleh masyarakat dalam melakukan aktivitasnya  sehari-hari khususnya banyak digunakan oleh masyarakat di Negara-negara maju seperti jepang, Russia, Jerman, dan Negara maju lainnya. Selain Negara maju, Negara berkembang pun juga tergolong banyak yang menggunakan mode transportasi kereta api, sebut saja salah satu nya adalah Indonesia dan india yang notaben nya merupakan salah satu dari beberapa Negara yang menggunakan kereta api sebagai alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Kereta api merupakan salah satu mode transportasi dengan tarif yang cukup murah untuk menggunakan kereta api, penggunaan kereta api pun dapat mempersingkat waktu atau dengan kata lain dapat menghemat waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain karena, kereta api menggunakan jalurnya sendiri sehingga kecil kemungkinan untuk macet ataupun terlambat sampai tujuan. Ada pun jika kereta api mengalami gangguan disebabkan oleh beberapa teknis yang bermasalah, kalo pun butuh perbaikan dibutuhkan waktu yang cukup lama. Kereta api terdiri dari beberapa lokomotif atau dengan kata lain gerbong yang dalam sekali perjalanan nya dapat membawa kurang lebih sepuluh gerbong lokomotif dimana setiap gerbongnya dapat menampung hingga mencapai lima puluh orang lebih.

Namun saya memiliki suatu pengalaman menarik saat sedang menaiki kereta api dimana, kereta api merupakan transportasi favorit saya sejak kecil karena, sejak kecil saya sudah diajak oleh kedua orang tua saya untuk menaiki alat transportasi yang terdiri dari ebebrapa gerbong kereta tersebut. Mulai dari perjalanan antar kota hingga perjalanan keluar kota pun sudah saya rasakan baik menaiki kereta ekonomi non ac, kereta api bisnis, hingga kereta api eksekutif dengan udara ac nya yang bisa langsung menusuk tulang saya. Saat menaiki kereta terdapat sensasi yang tak terlupakan sehabis menaiki kereta dan itu sangat berbeda dengan alat transportasi lain. Saya pun pernah hamper ketinggalan kereta ketika berhendi di stasiun Cirebon, saat itu saya sedang turun dari kereta untuk membeli makanan serta untuk buang air. Tak hayal kereta pun mulai berjalan secara perlahan karena saya tidak mendengar pemberitahuan dan bel yang telah di bunyikan oleh petugas stasiun maka saya pun langsung bergegas lari untuk menaiki kereta kembali. Dan lebih uniknya lagi saya belum sempat untuk membayar makanan dan uang untuk buang air, alhasil saya lupa dengan semua itu. Lalu saya juga pernah mengalami hal unik ketika kereta api sedang melintas diatas jembatan yang sangat panjang, dimana dibawah jembatan tersebut adalah jurang sungai yang sangat dalam sekali. Ketika itu  saya sedang bersandar di pinggir pintu keluar untuk memandangi pemandangan, lalu tanpa sadar pintu tersebut tergeser karena getaran kereta yang menggeser pintu tersebut dan alhasil saya langsung berpegangan dengan apapun yang saya raih dan pintunya pun saya tutup kembali. Hal tersebut membuat adrenalin saya langsung naik dan jantung saya langsung berdetak dengan kencang. Hal tersebut menjadi pelajaran untuk kita agar dapat lebih berhati-hati lagi dimana pun kita berada khususnya didalam kereta. Ketika kereta sedang berjalan sebaiknya kita duduk manis di dalam gerbong kereta sambil memandangi pemandangan dari jendela samping. Mungkin itulah pengalaman menarik yang saya miliki dan dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua agar dapat lebih berhati-hati lagi dimana pun itu kita berada .



Rabu, 01 Mei 2013

Wayang Arjuna


Arjuna (Sanskerta: अर्जुन; Arjuna) adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracaritaMahabharata. Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. Ia adalah putra Prabu Pandudewanata, raja di Hastinapura dengan Dewi Kunti atau Dewi Prita, yaitu putri Prabu Surasena, Raja Wangsa Yadawa di Mandura.
Arjuna merupakan teman dekat Kresna, yaitu awatara (penjelmaan) Batara Wisnu yang turun ke dunia demi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Arjuna juga merupakan seorang yang sempat menyaksikan "wujud semesta Kresna" menjelang perang Bharatayuddhaberlangsung.
 Ia juga menerima ajaran Bhagawadgita atau "Nyanyian Dewata", yaitu wejangan suci yang disampaikan oleh Kresna kepadanya sesaat sebelum perang Bharatayuddha berlangsung karena Arjuna mengalami keragu-raguan untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Ksatria dimedan perang.

Dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah kata Arjuna berarti "bersinar terang", "putih" , "bersih". Dilihat dari maknanya, kata Arjuna bisa berarti "jujur di dalam wajah dan pikiran".
Arjuna mendapat julukan "Kuruśreṣṭha" yang berarti "keturunan dinasti Kuru yang terbaik". Ia merupakan manusia pilihan yang mendapat kesempatan untuk mendapat wejangan suci yang sangat mulia dari Kresna, yang terkenal sebagai Bhagawadgita (nyanyian Dewata).
Di Nusantara, tokoh Arjuna juga dikenal dan sudah terkenal dari dahulu kala. Arjuna terutama menjadi populer di daerah Jawa, Bali, Madura, danLombok. Di Jawa dan kemudian di Bali, Arjuna menjadi tokoh utama dalam beberapa kakawin, seperti misalnya Kakawin Arjunawiwāha, Kakawin Pārthayajña, dan Kakawin Pārthāyana (juga dikenal dengan nama Kakawin Subhadrawiwāha. Selain itu Arjuna juga didapatkan dalam beberapa relief candi di pulau Jawa misalkan candi Surowono.

Arjuna dalam dunia pewayangan Jawa
Arjuna juga merupakan seorang tokoh ternama dalam dunia pewayangan dalam budaya Jawa Baru. Di bawah ini disajikan beberapa ciri khas yang mungkin berbeda dengan ciri khas Arjuna dalam kitab Mahābhārata versi India dengan bahasa Sansekerta.

Sifat dan kepribadian
Arjuna seorang kesatria yang gemar berkelana, bertapa dan berguru menuntut ilmu. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi brahmana di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan kesatria unggulan para dewa untuk membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Dewa Indra, bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain: Gendewa (dari Bhatara Indra), Panah Ardadadali (dari Bhatara Kuwera), Panah Cundamanik (dari Bhatara Narada).

Arjuna memiliki sifat cerdik dan pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bharatayuddha, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia moksa (mati sempurna) bersama keempat saudaranya yang lain di gunung Himalaya.
Ia adalah petarung tanpa tanding di medan laga, meski bertubuh ramping berparas rupawan sebagaimana seorang dara, berhati lembut meski berkemauan baja, kesatria dengan segudang istri dan kekasih meski mampu melakukan tapa yang paling berat, seorang kesatria dengan kesetiaan terhadap keluarga yang mendalam tapi kemudian mampu memaksa dirinya sendiri untuk membunuh saudara tirinya. Bagi generasi tua Jawa, dia adalah perwujudan lelaki seutuhnya. Sangat berbeda dengan Yudistira, dia sangat menikmati hidup di dunia. Petualangan cintanya senantiasa memukau orang Jawa, tetapi secara aneh dia sepenuhnya berbeda dengan Don Juan yang selalu mengejar wanita. Konon Arjuna begitu halus dan tampan sosoknya sehingga para puteri begitu, juga para dayang, akan segera menawarkan diri mereka. Merekalah yang mendapat kehormatan, bukan Arjuna. Ia sangat berbeda denganWrekudara. Dia menampilkan keanggunan tubuh dan kelembutan hati yang begitu dihargai oleh orang

Jawa berbagai generasi.

Pusaka
Arjuna juga memiliki pusaka-pusaka sakti lainnya, atara lain: Keris Kiai Kalanadah diberikan pada Gatotkaca saat mempersunting Dewi Pergiwa (putra Arjuna), Panah Sangkali (dari Resi Drona), Panah Candranila, Panah Sirsha, Panah Kiai Sarotama, Panah Pasupati (dari Batara Guru), Panah Naracabala, Panah Ardhadhedhali, Keris Kiai Baruna, Keris Pulanggeni (diberikan pada Abimanyu), Terompet Dewanata, Cupu berisi minyakJayengkaton (pemberian Bagawan Wilawuk dari pertapaan Pringcendani) dan Kuda Ciptawilaha dengan Cambuk Kiai Pamuk. Sedangkan ajian yang dimiliki Arjuna antara lain: Panglimunan, Tunggengmaya, Sepiangin, Mayabumi, Pengasih dan Asmaragama. Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu Kampuh atau Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung).

Julukan
Dalam wiracarita Mahabharata versi nusantara, Arjuna banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain: Parta (pahlawan perang), Janaka(memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Batara Indra),Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Indrasuta, Danasmara (perayu ulung) dan Margana (suka menolong). “Begawan Mintaraga” adalah nama yang digunakan oleh Arjuna saat menjalani laku tapa di puncak Indrakila dalam rangka memperoleh senjata sakti dari dewata, yang akan digunakan dalam perang yang tak terhindarkan melawan musuh-musuhnya, yaitu keluarga Korawa.

Kebijakan apa yang akan anda putuskan untuk memenangkan globalisasi (menjadi pemenang)


Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksiyang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi danbudaya masyarakat.

Kebijakan yang akan saya lakukan dalam memenangi globalisasi adalah

1.    Saya ingin menanam serta menumbuhkan nilai-nilai yang ada dipancasila sebagai salah satu filter untuk dalam menyaring serta menelaah mana yang baik untuk saya dan mana yang buruk untuk saya karena, pada dasarnya di era globalisasi saat ini nilai-nilai pancasila sangat dibutuhkan oleh setiap individu di era yang serba canggih seperti sekarang ini .
2.    Berusaha menanam jiwa patrotisme dalam diri setiap individu sebagai suatu bentuk wujud kecintaan kita sebagai masyarakat Indonesia demi menjaga persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI .
3.    Menjaga serta mengembangkan budaya bangsa Indonesia agar budaya bangsa Indonesia tidak menghilang seiring berjalannya era globalisasi saat ini serta menolak budaya-budaya asing yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam pancasila
4.    Berusaha mencintai dam mengembangkan produk-produk yang dibuat oleh dalam negeri agar produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk-produk asing di dunia internasional, agar nantinya dapat memajukan perekonomian bangsa Indonesia dan nantinya dapat mensejahterakan rakyat-rakyat Indonesia sering dengan era globalisasi yang modern seperti sekarang ini .
5.    Mengikuti perkembangan jaman serta kemajuan teknologi agar bangsa Indonesia tidak tertinggal oleh Negara-negara maju yang lain karena, pada dasarnya teknologi merupakan salah satu komponen yang penting dalam era globalisasi sepert sekarang ini atau dengan lain dapat mengikuti seleksi alam yang terjadi seperti saat ini .
Mungkin itu merupakan kebijakan-kebijakan yang akan saya putuskan untuk memenangkan era globalisasi seperti saat ini dimana persaingan semakin ketat .

Perdukunan vs Globalisasi


Pada era globalisasi yang sangat berkembang cepat seperti sekarang ini, banyak individu ataupun masyarakat yang sekiranya bersaing secara ketat antara satu dengan yang lain, dan tidak banyak individu juga yang ingin mencari suatu masukan dari orang lain ataupun mencari jalan pintas yang di anggap dapat memenangi persaingan dengan individu lain. Hal seperti itu tidak asing lagi bagi masyarakat pada umumnya pada masa era globalisasi pada sekarang ini, dimana salah satunya adanya banyak orang yang berbondong-bondong mencari seseorang yang dianggap mempunyai suatu kelebihan yang dianggapnya dapat memberikan suatu gambaran kedepan bagi individu, dimana salah satu nya lewat praktik perdukunan seperti yang sedang heboh dibicarakan saat ini.

Apakah sebenarnya praktik perdukunan itu ? praktik perdukunan sebenarnya adalah suatu praktik yang tidak bersifat fisik dan praktik yang sifatnya non medis, dimana yang membuka praktik tersebut merupakan orang pintar yang dianggap memiliki kelebihan ataupun memiliki ilmu kebatinan yang tidak semua orang memilikinya yang dalam kata lain yang sering didengar oleh masyarakat khususnya masyarakat Indonesia adalah dukun.

Perdukunan sebenarnya bukan terjadi pada saat era globalisasi yang modern saat sekarang ini saja, tetapi sudah ada sejak dulu kala pada saat jaman nenek moyang kita yang namanya praktik perdukunan sudah terjadi dimasyarakat, bahkan praktik perdukunan yang terjadi saat sekarang ini dengan praktik perdukunan yang jauh sebelum era globalisasi yang modern ini kata-kata perdukunan lebih dikenal oleh masyarakat sebelum era globalisasi saat ini karena, di era globalisasi saat ini sudah terdapat banyak cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dapat dibuktikan secara kasat mata melalui cabang-cabang ilmu tersebut.

Sebenarnya praktik perdukunan ini hanyalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh setiap individu yang memiliki persepsi yang saling berbeda satu dengan yang lainnya, baik suatu kepercayaan yang sudah turun-menurun yang dimiliki orang masing-masing individu. Di era globalisasi saat ini, hal seperti perkunanan sebenenarnya sudah mulai pudar di masyarakat seiring dengan teknologi yang berkembang sangat pesat saat ini, disamping itu juga masyarakat sudah pintar untuk memilah hal-hal yang menurutnya baik atau tidak karena, pada dasarnya segala sesuatu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa bukan berasal dari manusia karena, pada dasarnya manusia hanya dapat bertindak serta berdoa dan hanya Tuhan Yang Maha Esa sajalah yang dapat menentukan segala yang menurut Tuhan terbaik untuk kita bukan terbaik untuk orang lain .